Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah di Indonesia dan Contohnya yang SAH

Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah di Indonesia dan Contohnya yang SAH

Surat perjanjian sewa tanah merupakan bagian terpenting dari proses sewa, baik itu rumah, etalase toko atau bahkan tanah. Kontrak tersebut menjadi dasar dan bukti para pihak yang menyepakati penggunaan sementara ruang yang disewa.

Sebaiknya sewa dilakukan sebelum awal masa sewa sehingga masing-masing pihak memahami apa yang ada dalam kontrak dan tidak harus melakukannya selama kontrak.

Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah

Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah di Indonesia dan Contohnya yang SAH

Bagi Anda yang membutuhkan contoh sewa tanah, jangan khawatir, karena artikel ini akan memberikan gambaran lengkapnya. Berikut adalah beberapa poin penting untuk dipertimbangkan:

  1. Fungsi Surat Perjanjian Sewa Tanah
  2. Format Surat Perjanjian Sewa Tanah
  3. Syarat-syarat Surat Perjanjian Sewa Tanah Dianggap Sah
  4. Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah

Sebelum membahas 4 poin penting di atas, mediaproperti.net akan menerangkan dari fungsi tanah yang di jadikan sebagai properti produktif.

Tanah yang merupakan properti produktif ini dapat disewakan kepada seseorang yang memiliki berbagai macam kebutuhan. Misalnya tanah yang dijadikan sebagai pertanian, pergudangan, usaha hingga untuk kantor perusahaan.

Tanah sebagai asset yang kepemilikannya dilindungi oleh hukum, maka dalam upaya menyewa tanah harus disertai dengan hal formal, contohnya dengan surat perjanjian sewa tanah yang berisi pernyataan dan ditanda tangani ke dua belah pihak di atas materai.

Yuk simak di bawah ini pembahasan lengkap tentang surat perjanjian sewa tanah agar Anda mendapat pengetahuan dalam transaksi sewa menyewa tanah.

Fungsi Surat Perjanjian Sewa Tanah

Surat perjanjian sewa tanah ini sangat penting bagi kedua belah pihak, tidak hanya bagi penyewa saja melainkan juga yang di sewa. Karena dengan adanya surat sewa tanah ini pemilik dan penyewa memiliki bukti yang kuat pernyataan hitam di atas putih yang bisa di jadikan sebagai landasan hukum.

Dengan adanya surat perjanjian ini, nanti bisa di jadikan sebagai bukti legal dan kekuatan di hadapan hukum Indonesia. Selain itu untuk memenuhi kesepakatan antara ke dua belah pihak yang sudah di rundingkan bersama.

Di dalam surat perjanjian tersebut juga tertulis dengan jelas antara hak dan kewajiban masing-masing pihak antara penyewa dan pemilik. Dengan hal tersebut maka tertera jelas batasan-batasan yang bisa menghindari konflik yang mungkin terjadi di masa depan.

Syarat Sah Surat Perjanjian Sewa Tanah

Surat perjanjian tidak boleh dibuat dengan cara asal-asalan. Supaya dapat diakui oleh hukum, maka perlu surat perjanjian tanah yang sah sesuai hukum. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sebuah perjanjian dianggap sah jika memenuhi empat syarat sesuai dengan pasal 1320. Yakni:

1. Kesepakatan

Para pihak terkait dalam perjanjian melakukan kesepakatan secara sadar dan mau mengikatkan diri dalam perjanjian tersebut. Artinya, mereka bersepakat tanpa ada paksaan, atau karena ditipu. Kesepakatan ini dituangkan secara tertulis maupun lisan.

2. Kecakapan

Para pihak yang melakukan perjanjian cakap dan mengerti isi perjanjian. Mereka harus sudah berusia dewasa dan tidak dikecualikan oleh hukum. Dalam aturan hukum, pihak yang dinilai tak cakap menjalin perjanjian adalah, anak-anak di bawah umur 18 tahun, orang lemah akal, atau gila.

3. Objek Perjanjian yang Jelas

Dalam masalah ini, objek perjanjian harus jelas, bisa dihitung, dan dapat ditentukan. Objek perjanjian boleh benda berwujud atau tak berwujud (jasa). Misalnya tanah 1 hektar.

4. Sebab yang Halal

Artinya, sesuatu yang diperjanjikan memiliki sebab yang halal, sesuai dengan kaidah masyarakat, atau tidak melanggar hukum. Salah satu contoh sebab yang tak halal misalnya, tanah yang masih dalam sengketa, atau tanah hasil penyerobotan, tak boleh disewakan dengan surat perjanjian sewa tanah.

Surat perjanjian sewa apapun tentu punya syarat-syarat tertentu untuk dianggap sebagai surat perjanjian yang sah. Berikut ini syarat-syaratnya yang dapat dilakukan sebelum menulis sebuah surat perjanjian:

  1. Surat perjanjian sewa ditulis di atas kertas yang diberi materai atau di atas kertas segel
  2. Surat perjanjian dibuat secara ikhlas dan tanpa paksaan dari pihak manapun
  3. Isi surat perjanjian harus bisa dimengerti kedua belah pihak; penyewa dan pemilik
  4. Isi surat perjanjian berisi kesepakatan yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak
  5. Kedua belah pihak harus dalam keadaan waras dan sadar saat membuat surat perjanjian
  6. Isi surat perjanjian harus terperinci, detail, dan jelas
  7. Isi surat perjanjian wajib tunduk pada undang-undang dan norma susila yang berlaku

Format Surat Perjanjian Sewa Tanah

Setelah mengetahui penjelasan mengenai fungsi dan syarat-syarat surat perjanjian sewa tanah di atas. Maka informasi yang selanjutnya ini tidak kalah penting untuk Anda ketahui yakni, penulisan atau format surat perjanjian sewa tanah. Berikut penjelasan lengkapnya:

StepObjekKeterangan
Pertamapihak yang melakukan perjanjianDalam surat perjanjian sewa tanah, pihak yang menyewa dan menyewakan tanah harus jelas identitasnya. Baik nama, usia, alamat, hingga nomor identitas KTP
Keduaobyek tanah yang disewakanSurat perjanjian harus menjelaskan detail tanah yang jadi obyek perjanjian. Perlu disebutkan jenis tanah (pekarangan, sawah) luas, lokasi, batas-batasnya, hingga nomor sertifikatnya. Hal ini untuk mengurangi selisih atau salah tafsir di kemudian hari.
Ketigamasa sewaBerapa lama tanah disewakan, harus disebutkan dengan tegas. Mulai dari tanggal, bulan, dan tahun. Umumnya, surat perjanjian sewa tanah juga mengandung pasal tambahan kapan penyewa harus harus memberi tahu, jika penyewa ingin memperpanjang atau menghentikan masa sewa.
Keempatharga sewaBiaya penyewaan harus disebutkan dalam angka dan dijelaskan dalam tulisan. Hal ini untuk menghindari kesalahan baca/tulis. Juga harus disebutkan dengan jelas satuan harga sewa. Misalnya per bulan, per tahun, atau per lima tahun.
Kelimaperuntukkan tanah sewa.Nah, untuk masalah ini juga harus tegas. Penyewa harus menjelaskan tujuan penggunaan tanah yang disewa. Umumnya, peruntukan tanah ini tak boleh melenceng dari perjanjian apalagi sampai digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum.

Selain itu, pasal-pasal di atas, biasanya ada pasal khusus yang menjelaskan masalah peralihan sewa. Misal, penyewa tak boleh memindahkan hak sewa/mewariskan hak sewa/menyewakan ulang tanah tersebut. Pasal lain yang umumnya harus ditulis adalah soal mekanisme yang harus ditempuh jika ada masalah dalam sewa menyewa tanah.

Baca juga : Bagaimana Cara dan Biaya Pecah Sertifikat Tanah Terbaru

Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah

Ada pun beberapa contoh surat perjanjian sewa tanah yang dapat di jadikan sebagai rujukan. Berikut contoh sederhana Surat Perjanjian Sewa Tanah.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah 1

Nama : Budi Susanto

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Umur : 28 tahun

Pekerjaan : Pengusaha

Alamat : Jalan Panjang Melintang 20, Jakarta Pusat

Nomor KTP: 123456789

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama : Wati Susilowati

Umur : 32 tahun

Pekerjaan : Direktur PT Maju Mundur Makmur

Alamat : Jalan Buntu Selalu, Jakarta Barat

Nomor KTP: 987654321

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA Para pihak menerangkan:

  1. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah pemilik sah sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah 123ABC, yang terletak di Jalan Panjang Melintang 20, seluas 1 ha (satu hektare atau sepuluh ribu meter persegi, dengan batas-batas:

Utara : Jalan Melintang

Selatan : Jalan Lingkar

Barat : Lapangan

Selatan: Rumah penduduk

Yang selanjutnya disebut TANAH

  1. Bahwa PIHAK PERTAMA akan menyewakan TANAH tersebut kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA menyatakan benar-benar menyewa TANAH dari PIHAK PERTAMA.
  2. Bahwa para pihak menerangkan, PIHAK PERTAMA dengan ini menyewakan kepada PIHAK KEDUA, yang dengan ini menyewa TANAH dari PIHAK PERTAMA, yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dengan materei cukup serta dilampirkan dalam perjanjian ini.

PASAL 1

JANGKA WAKTU

Sewa-menyewa ini berlaku untuk jangka waktu 1 (satu tahun) terhitung sejak tanggal 1, bulan Januari, tahun 2021 dan berakhir pada tanggal 31, bulan Desember, tahun 2021).

  1. Jika setelah masa sewa tersebut berakhir dan PIHAK KEDUA bermaksud memperpanjang, sewa, maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum berakhirnya perjanjian ini.

PASAL 2

TARIF SEWA

Tarif sewa TANAH ditetapkan sebesar Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per tahun. Uang sewa tersebut akan diberikan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA, sebelum masa sewa dimulai dan bersamaan dengan penandatanganan Surat Perjanjian ini.

PASAL 3

PENGGUNAAN TANAH

  1. PIHAK KEDUA berhak sepenuhnya menggunakan TANAH yang tersebut gudang beras dan sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya atas akibat yang timbul dari kegiatannya.
  2. PIHAK KEDUA tak boleh menggunakan tanah selain kepentingan gudang beras apalagi untuk kegiatan yang melanggar hukum.
  3. Jika PIHAK KEDUA menggunakan tanah tersebut untuk tujuan lain, harus seizin tertulis dari PIHAK PERTAMA dan ada perubahan tarif sewa TANAH.

PASAL 4

PENGALIHAN SEWA

Selama masa berlakunya perjanjian ini, PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan menyewakan kembali, mengalihkan, atau mewariskan hak sewa, baik sebagian atau keseluruhan TANAH yang disewanya kepada orang lain.

PASAL 5

KETENTUAN PENUTUP 1. Jika ada hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

  1. Jika cara kekeluargaan tak menemui kata mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan memilih menyerahkan masalahnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
  2. Surat perjanjian sewa ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani kedua belah pihak di Jakarta Pusat, pada hari Senin tanggal 30 Desember 2020.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah 2

Kami yang bertandatangan di bawah ini:

  1. Nama:
    Umur:
    Pekerjaan:
    Alamat:

Selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA (pemilik)

  1. Nama:
    Umur:
    Pekerjaan:
    Alamat:

Selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA (penyewa)Berdasarkan pernyataan di atas, para pihak telah sepakat untuk membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1

POKOK PERJANJIAN

  1. Bahwa pihak PERTAMA adalah yang paling berhak penuh dan pemilik sah sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam ( ———nomor sertifikat tanah——— ), yang terletak di ( ———alamat lengkap lokasi tanah——— ), dan diuraikan lebih lanjut dalam ( ———nomor gambar situasi——— ), seluas ( ——luas tanah dalam huruf/meter persegi—— ) dan untuk selanjutnya disebut TANAH.
  2. Bahwa pihak PERTAMA akan menyewakan TANAH tersebut di atas kepada pihak KEDUA.
  3. Bahwa TANAH tersebut disewa oleh ( ——nama pihak KEDUA—— ) yang akan berakhir masa sewanya pada tanggal ( ——tanggal, bulan, dan tahun—— ) dan pihak KEDUA sudah membayar uang sewa per tahun sebesar ( ———nominal dalam angka——— ) dan sudah dibayar lunas pada tanggal ( ——tanggal, bulan, dan tahun—— ).
  4. Bahwa pihak KEDUA berhak membangun dan memanfaatkan tanah sewa tersebut sesuai kepentingan pribadi.
  5. Bahwa pihak PERTAMA menyatakan benar-benar sebagai satu-satunya pemilik yang sah, tidak ada orang/pihak yang turut mempunyai hak atau mempunyai hak terlebih dahulu atas TANAH yang disewakan dengan perjanjian ini, sehingga pihak PERTAMA menjamin bahwa atas dibayarkannya uang sewa dan dilaksanakannya Surat Perjanjian Sewa Tanah ini pihak KEDUA dapat menempati TANAH dan menggunakannya selama masa sewa-menyewa tanah.
  6. Bahwa pada akhir periode sewa akan diadakan pertemuan untuk membahas mengenai perpanjangan sewa dan/atau mengenai obyek bangunan yang dibangun pihak KEDUA. Dalam perjanjian ini kedua pihak menyepakati:
    a. Segala ongkos dan biaya obyek bangunan dan segala yang melekat di dalamnya seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dibayar oleh pihak PERTAMA.
    b. Jika pihak PERTAMA tidak mau dan tidak berkeinginan memiliki atau tidak mampu mengganti biaya mendirikan bangunan rumah tinggal, maka pihak KEDUA berkewajiban mengembalikan bentuk tanah sewa menjadi sepetak tanah seperti semula saat perjanjian ini ditandatangani.
  7. Bahwa jika terjadi sengketa di kemudian hari kedua pihak sepakat menyelesaikan secara musyawarah kekeluargaan.

PASAL 2

PERALIHAN

  1. Selama jangka waktu berlakunya Surat Perjanjian Sewa Tanah ini pihak KEDUA tidak diperbolehkan memindahkan Hak Penyewaan secara keseluruhan atau sebagian kepada pihak ketiga, kecuali mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak PERTAMA.
  2. Apabila pihak KEDUA mengakhiri Masa Sewa sebelum berakhirnya Masa Sewa, uang sewa yang telah diterima oleh pihak PERTAMA tidak dapat dikembalikan.
  3. Apabila pihak KEDUA melanggar ketentuan tersebut di atas termasuk, maka pihak PERTAMA, berhak secara sepihak membatalkan perjanjian ini dengan memperhitungkan uang yang sudah dibayarkan dan mengambil alih objek sewa.

Pihak PERTAMA Pihak KEDUA

(……………………..) (………………….)

Saksi

(………….)

Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah 3

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH SAWAH

Kami yang bertandatangan di bawah ini:

Nama: ______________
Pekerjaan: ___________
Alamat: _____________

Selanjutnya disebut pihak PERTAMA atau pemilik tanah

Nama: ______________
Pekerjaan: ___________
Alamat: _____________

Selanjutnya disebut pihak KEDUA atau pihak yang menyewa

Dengan surat ini, pihak PERTAMA menyewakan tanah sawah yang terletak di_________kepada pihak KEDUA dalam waktu _______ tahun ( _________ tahun) terhitung mulai ________ sampai dengan __________.

Dengan harga Rp_______________ ( ______________ Rupiah) yang dibayar secara tunai dan lunas.

Demikian perjanjian sewa menyewa tanah sawah yang dibuat secara sadar tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

Apabila terjadi hal di luar kesepakatan maka akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihak PERTAMA                                Pihak KEDUA

(…………………..)                              (……………………….)

Saksi-saksi:

1……………..

2…………….

3……………

mediaproperti

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah di Indonesia dan Contohnya yang SAH yang dipublish pada May 16, 2022 di website Media Properti

Artikel Terkait

3 Comments

  1. […] Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah yang Sah […]

  2. […] kuasa hukum yang dimiliki kedua dokumen formal tersebut. Hingga saat ini diketahui bahwa MoU adalah surat kontrak yang tidak diatur dalam KUH Perdata, sehingga tidak ada akibat hukum dari nota ini. Sedangkan surat […]

  3. […] Baca : Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Tanah di Indonesia dan Contohnya yang SAH […]

Leave a Comment